Oleh: Kholisin Susanto

Foto: Aku, kamu, senja dan kita
Dinda...
Bukan lagi Puisi indah yang mampu ku cipta
Tentang rindu yang kian membuncah
Tentang kegilaan cinta yang kian bergelora
Tentang dosa-dosa tak terbaca

Hanyalah lewat kaca maya ini
Ku izinkan jemariku menari
Menggoreskan berbait-bait puisi hati

Dinda...
Aku tak mampu lagi berucap
Tentang cinta
Tentang keindahan
Karena cinta dan keindahan itu sendiri adalah engkau

Seberapa engkau telah mengubah diriku
Menjadikan aku manusia baru
Yang mengerti akan hakikat hidup
Yang menghargai akan hakikat cinta

Dinda...
Engkau kini telah mengambil alih separuh hidupku
Tak pernah bisa aku bayangkan
Bagaimana bisa aku tegar berdiri tanpa cintamu?

Engkau telah belajar memahami aku
Memahamkan pemahaman lebih dari pemahamanku
Engkau telah belajar mencintai apa adanya diriku
Diriku yang beku dan angkuh

Engkau masih saja tegar dan tersenyu
Meski sering kali ku hujamkan beribu pedang
Di dadamu

Engkau masih saja menawarkan hangat dekapmu
Meski hatimu hancur berkeping karena egoku

Terima kasih atas beribu cinta
Yang akan selalu memuncak di dada
2 tahun sudah kita rawat bersama
Semoga sang maha cinta tetap menjaga
Happy Anniversary 2th Adinda