YAKUSA

Selamat datang mahasiswa baru di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura. Selamat berproses untuk menemukan jati dirimu di kampus tercinta ini. Mungkin dikalangan mahasiswa baru (Maba) nama sebuah organisasi ekstra kampus menjadi sangat asing ditelinga mereka. Terlebih ketika kita melihat kenyataan bahwa calon maba enggan untuk mencari tahu seluk beluk kehidupan yang akan mereka tempuh dan hadapi selama di perkuliahan, termasuk Organisasi Ekstra Kampus (Omek). Berbicara tentang Omek ada satu Omek yang saya ikuti, yakni Himpunan mahasiswa Islam (HmI). Ada fakta unik mengenai keberadaan organisasi ini di kampus IAIN Madura.

Saling tarik-menarik antar Omek di kampus IAIN Madura kala “musim maba” datang. Saling hasut-menghasut calon maba digencarkan guna re-generasi organisasi tersebut. Tak jarang praktik permainan kotor dilancarkan untuk “membunuh” organisasi lainnya. Entah mana yang benar dan mana yang salah, Tulisan ini akan coba memberi pandangan.

HmI itu Sesat! Dari dulu hingga kini di tahun 2021, HMI tak pernah surut dijelek-jelekkan sebagai Omek sesat. Banyak maba yang berhasil terkena hasutan dari kakak-kakaknya yang tidak tahu dan bahkan membenci tanpa sebab kepada HMI. HMI dibilang NU, Muhammadiyah dan Ahmadiyah.

Jawaban dari senior untuk pernyataan HMI itu sesat. “Ya, HMI itu sesat! Tapi sesat menuju kebaikan!”. Jika dipikir memang benar pernyataan itu. Buktinya telah ada di dalam sejarah. HMI menjadi satu-satunya Organisasi mahasiswa yang mengawal Negara ini dari dulu awal kemerdekaan hingga kini. Mengapa demikian? HMI berdiri 2 tahun pasca kemerdekaan. Lebih dari 70 tahun berkiprah serta mengawal Indonesia. Peran mahasiswa sebagai Agent of Social Control, tercermin di dalam Aksi-aksi para kader HMI. Jika HMI itu sesat menyesatkan kejalan yang salah, sudah tentu umurnya tidak akan bertahan selama ini.

HmI adalah salah satu organisasi mahasiswa yang telah memenangi pertarungan paling keras HmI identik dengan Orde Baru, tapi tak monolitik. Selalu ada pasang-surut dan banyak polarisasinya. Semenjak itu, satu-satunya rival HMI hanyalah PMII. Itu pun bukan rival sebanding. Hanya Gus Dur yang bisa menjelaskan dengan apik kenapa kedua organisasi mahasiswa ini dibilang tak setara. Kata Gus Dur, “Kalau HMI selalu menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, sementara PMII tak pernah tahu tujuannya apalagi caranya.”

Tulisan ini ditulis hanya untuk pandangan kecil saja soal HMI IAIN Madura. Berlogikalah dulu sebelum menentukan perkataan itu benar atau salah. HMI itu jika dibilang sesat tunggu dan kaji dulu. Carilah info mengenai organisasi itu. Internet kini merupakan sarana cepat saji informasi era modern. Jika benar HMI itu sesat, sudah barang pasti HMI masuk pemberitaan di media-media di Indonesia bahkan di Dunia.
Menghujat HMI boleh saja. Namun seyogianya kita tahu kenapa hal seperti itu bisa terjadi. Tanpa pengetahuan politik yang memadai, hujatan itu bakal terasa menggelikan.

Mahasiswa baru… Kuliah jangan hanya diam di kelas karena itu tidak cukup bagi seorang mahasiswa. Pengetahuan yang akan didapatkan di perkuliahan itu hanya 25% di dalam kelas, 10% cerita senior dan 5% dari Media. Lalu 65% akan didapat dari mana? Maka dari kita perlu berorganisasi.

Apa peran HMI? HMI bergerak dibidang keumatan dan kebangsaaan dalam mengembangkan potensi mahasiswa. Belum lagi HMI IAIN Madura memiliki rutinitas diskusi yang dilakukan, bedah buku, membahas isu-isu kekinian yang ada di masyarakat serta masih banyak lagi ilmu yang bisa saya dapat di HMI. Selain belajar tentang keilmuan, di HmI diajarkan bagaimana memainkan peran sebagai Agent of social control yang terimplementasi di dalam Aksi, Demonstrasi. Ketika tugas sebagai Agent of social control kita sudah terpenuhi, tugas sebagai Agent of Change yang akhirnya akan membawa kita menjadi Iron stock yang matang akan tercapai.

Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaumnya jika bukan manusia itu yang berusaha merubahnya. Tuhan akan membiarkan dirimu hanya menjadi “budak” bila hanya menurut apa kata yang sedang berkuasa.

YAKIN USAHA SAMPAI

Oleh: Kholisin Susanto (Kader HMI Cabang Pamekasan Komisariat Insan Cita IAIN Madura)